RENCANA REDENOMINASI MATA UANG RUPIAH

Rencana redenominasi rupiah saat ini masih menjadi studi Bank IndonesiaWisata Mendadak ke Candi Borobudur. Read more ... »(BI). Namun demikian, rencana redenominasi rupiah ini sepertinya akan segera menjadi kebijakan nyata. Kebijakan redenominasi mata uang rupiah dianggap memang perlu dilakukan karena pecahan mata uang rupiah saat ini sudah terlalu besar dan membuat perekonomian kurang efektif.

redenominasi mata uang rupiah
uang 5 dan 10 rupiah jaman dulu

Perlu diketahui saja kalau ternyata pecahan mata uang Indonesia sebesar Rp 100 ribu merupakan yang terbesar kedua di duniaPeninggalan Besar Peradaban Dunia yang Sempat Terlupakan. Read more ... », terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang. Keren ya…. ho…hoo..hooo….

Pecahan mata uang rupiah saat ini memang terlalu besar. 1$ US kira-kira sama dengan 9000-an rupiah. Jadi terkadang bikin repot menghitungnya bahkan layar kalkulator bisa nggak cukup karena pemborosan angka nol pada mata uang kita. Dengan redenominasi, perekonomian menjadi praktis sebab nilai uang menjadi tidak terlalu besar digitnya juga menegaskan keyakinan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat ekonomi yang stabil.

Sebenarnya, apa itu Redenominasi?

Pengertian Redenominasi dan maksud dari Redenominasi Rupiah.

Redenominasi merupakan pemotongan nominal uang tanpa mengurangi nilai tukarnya. Redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikut pula penyederhanaan penulisan uang. Juga akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. Denominasi kali ini adalah program yang akan memangkas tiga digits angka 0 dibelakang satuan uang. Misalnya, uang Rp 10.000 jadi Rp.10 , uang Rp 1.000 akan menjadi Rp. 1. Begitu pula pecahan-pecahan yang lain, sehingga kemungkinan kita yang seumur-umur hanya melihat nilai sen di rekening, akan menggunakannya dalam kehidupan nyata.

Sanering pernah terjadi pada era orde lama yaitu sekitar tahun 1965. Banyak yang khawatir redenominasi rupiah akan sama dengan sanering. Padahal keduanya berbeda. Lebih lengkap tentang perbedaan redenominasi dengan sanering, silahkan baca kutipan berita dari tempointeraktif berikut:

TEMPO Interaktif, Jakarta -Untuk mencegah salah pengertian antara redenominasi dengan sanering, Bank Indonesia menjelaskan perbedaan redenominasi dengan sanering secara rinci. Begini rinciannya.

1. Pengertian.
Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.
Sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun.

2. Dampak bagi masyarakat.
Pada redenominasi, tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama.
Pada sanering, menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis.

3. Tujuan
Redenominasi bertujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakuan transaksi.Tujuan berikutnya, mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional.
Sanering bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi (inflasi yang sangat tinggi).

4. Nilai uang terhadap barang.
Pada redenominasi nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan.
Pada sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya.

5. Kondisi saat dilakukan.
Redenominasi dilakukans saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali.
Sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi (hiperinflasi).

6. Masa transisi
Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Sanering tidak ada masa transisi dan dilakukan secara tiba-tiba.

7. Contoh untuk harga 1 liter bensin seharga Rp 4.500 per liter.
Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka nol), maka dengan uang sebanyak Rp 4,5 tetap dapat membeli 1 liter bensin. Karena harga 1 liter bensin juga dinyatakan dalam satuan pecahan yang sama (baru).
Pada sanering, bila terjadi sanering per seribu rupiah, maka dengan Rp 4,5 hanya dapat membeli 1/1000 atau 0,001 liter bensin.

Namun, untuk mengomunikasikan perbedaan itu butuh waktu dan persiapan yang lama dan matang termasuk sosialisasinya. Selain itu, pelaksanaan redenominasi harus betul-betul berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ekonomi. Sehingga dirasakan manfaatnya.

Proses Redenominasi Rupiah Membutuhkan waktu 10 tahun.

Gubernur BI Darmin Nasution menyatakan akan mengusulkan redenominasi rupiah kepada Presiden dan parlemen di 2010 ini.
BI memperkirakan proses redenominasi rupiah akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas selesai di 2022.
BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.
Misalnya, di toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.

Contoh pernah melakukan redenominasi mata uang adalah Turki, Rumania, daratan Eropa.
Dulu di Eropa ada 2 mata uang yaitu Euro dan mata uang negara masing-masing. Ini dilakukan selama proses adaptasi. Jadi contohnya di Perancis saat itu masih ada mata uan Franc dan Euro, demikian juga di negara lain. Namun setelah beberapa tahun, Eropa menarik mata uang negara-negara asal, dan memberlakukan Euro secara keseluruhan

Contoh Redenominasi yang dinilai GAGAL adalah Zimbabwe-Redenominasi 10 Miliar Dolar jadi 1 Dolar.
Tak tanggung-tanggung, Bank Sentral Zimbabwe meredenominasi dengan mengubah uang 10 miliar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol.
Namun para analis merasa pesimistis dengan rencana ini. Mereka menilai kebijakan redenominasi ini tidak akan bisa mengakhiri kehancuran ekonomi negara tersebut yang disebabkan inflasi maha tinggi yaitu sebesar 2,2 juta persen. Ini merupakan inflasi tertinggi di dunia karena keterbatasan suplai makananAneka Resep Minuman Segar Buka Puasa. Read more ... » dan uang valas.

dirangkum dari berbagai sumber (faqih.net, vivanews, detikfinance, tempointeraktif)

Bagaimana pendapat Anda mengenai Rencana Redenominasi rupiah ini?

Baca juga Wacana Pemindahan Ibukota Negara RI dari Jakarta.
incoming search terms for the item:
redenominasi, redenominasi rupiah, rencana redenominasi rupiah, redenominasi mata uang, redenominasi mata uang rupiah, perbedaan redenominasi dengan sanering, kebijakan redenominasi mata uang rupiah oleh bi, kebijakan redenominasi rupiah bank indonesia, tentang redenominasi rupiah, redenominasi mata uang indonesia, bank indonesia redenominasi rupiah, sanering, penyederhanaan mata uang rupiah, penyederhanaan penyebutan uang rupiah.

This movie genre is Topik Terkini with . Bookmark the permalink.

One Response to RENCANA REDENOMINASI MATA UANG RUPIAH

  1. Syarat Redenominasi Rupiah says:

    Syarat redenominasi dapat dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil, Ekonomi tumbuh seerta inflasi terkendali. Sanering dilakukan pada saat terjadi inflasi sangat tinggi dan kondisi makro ekonomi tidak sehat. Proses implementasi Redenominasi disebutkan cukup panjang sampai 10 tahun dan harus dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, tujuanya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *